Tulisan ini mungkin sudah kadaluarsa jika melihat isinya, tapi terlanjur sudah niatan menulisnya dari beberapa bulan yang lalu, tepatnya pada bulan Ramadhan tahun ini.
Adalah sebuah kejengkelan yang memicu saya untuk menuliskan ini. Yak, sesuai judul, anak-anak yang bermain petasan di bulan Ramadhan-lah penyebabnya. Bagaimana tidak jengkel ketika anda sedang "asyik-asyiknya" Tarawihan di mesjid, tiba-tiba sekelompok anak kecil di luar mesjid menyalakan petasan yang memunculkan suara ledakan yang sangat mengganggu kekhusyukan? (cieeeeee...syok khusyuk!) Untung kalau petasannya meledak pas lagi jeda sebelum penceramah naik ke mimbar, tapi kejadian yang terjadi di mesjid lingkungan saya tinggal, justru meledaknya pas lagi ceramah bahkan ketika sholat tarawih berlangsung. Parah!!!!! Dan lebih parah lagi, polisi yang berjaga di tiap mesjid pada bulan Ramadhan terkesan pasif terhadap fenomena yang satu ini. Hal ini terbukti dengan tetap terdengarnya raungan petasan pada hampir semua malam-malam di bulan yang seharusnya kita lebih khusyuk beribadah. Tak lupa pula perhatian dan kesadaran orangtua akan kejahilan anak-anaknya, kalau boleh saya bilang, tak ada juga menjadi faktor pendukung.
gambar oleh semuthutan
"Kekacauan" ini harusnya mulai sekarang sudah menjadi masalah yang harus mendapat perhatian sendiri dari pemerintah. Regulasi yang telah ada untuk melarang penggunaan petasan tidak ampuh. Bagai buah simalakama juga memang ketika kita mengetahui bahwa masih banyak sebangsa dan setanah air kita yang menggantungkan hidup dari profesi membuat petasan. Namun apa hal ini harus jadi pembiaran oleh pemerintah? Penyediaan dan perluasan lapangan kerja yang lebih bermanfaat, mendidik dan tidak memiliki dampak negatif ke masyarakat harus terus diusahakan. Sedangkan kita yang sebagai kakak, teman, orangtua dari anak-anak setidaknya memberikan penyadaran akan penggunaan petasan. Kalau pun tidak bisa sampai melarang total, ya paling tidak menyarankan penggunaannya pada tempat yang tidak akan mengganggu.
Oke? Saya pergi dulu, mau beli petasan persiapan lebaran haji nanti. #eh :p

0 comments:
Poskan Komentar
tabe'ki