Senin, 31 Oktober 2011

sketsa semalam

angin malam datang menyambar
mengambil senyum para kunang-kunang
hingga kelam mewarna hati

tak ada lagi kini cahaya menguning
sketsa semalam menghapus tawa
semua, seketika, selayak kilat berlalu
tangis pun belum sempat berbulirkan air mata

wahai Sang Maha Rahim,
kehendakMu begitu nyata
takdir Kau jatuhkan begitu telak
rapalan doa jadikan anestesi sementara

mungkin lukanya akan muncul lagi
meradang hingga nyawa meregang

0 comments:

Poskan Komentar

tabe'ki

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...